Ular Seram: Pikirkan Kembali!

Sereem, adalah label yang menjadi identitas bagi ular. Kebanyakan orang pada umumnya, setiap kali melihat ular begidik, menjerit dan kemudian berlari meninggalkan ular tersebut, atau dengan bengis membantai ular itu, dengan seribu alasan bahwa mereka itu berbisa, suka menggigit dan mematikan. Malang nian nasib si ular. Sebenarnya, apakah benar bahwa semua ular itu berbisa? Atau hanya karena ulat tersohor dengan bisanya?

Ular adalah hewan reptil yang memiliki tubuh panjang dan bersisik, dan dapat ditemukan di seluruh dunia, kecuali di kutub. Ular merupakan predator, jadi wajar kalau dia memiliki bisa yang dia gunakan untuk melumpuhkn mangsanya. Tapi jika dilihat dari sifat bisanya, tidak semua bisa ular itu berbahaya atau dapat mematikan mangsanya. Ular dibedakan menjadi dua yaitu ular yang berbisa rendah atau lebih dikenal dengan ular berbisa dan ular berbisa tinggi atau lebih dikenal dengan ular yang berbisa. Lantas mengapa dikatakan demikian? Karena ular adalah karnivora, jadi meskipun dia tdak berbahaya, dia tetap memakan daging yang pastnya mengandung bakteri di dalam mulutnya untuk mempercepat pencernaan makanannya.

Jika kita mengmat lebih teliti, ada beberapa hal yang dapat membedakan antara ular yang berbisa rendah dengan yang berbisa tinggi. Di bawah ini ada petunjuk umum untuk dapat membedakan antara ular yang berbisa rendah dan yang bebisa tinggi.

  1. Ular berbisa rendah/ular tidak berbisa
  • Dari penampakan luar ular yang berbisa rendah memiliki bentuk kepala yang oval, dengan bentuk mata yang bulat, tidak memiliki taring bisa, tulang punggung (vertebrate) yang tidak terlalu menonjol, dan sisik bagian bawah ekor yang terbagi. Jika kita ingin mengamati lebih cermat, untuk ular yang berbisa rendah memiliki jumlah sisik dibawah matanya lebih dari 3 sisik.
  • Dari perilakunya, ular ini cenderung lebih agresif, gerakannya cepat, takut pada musuh, beraktivitas pada siang hari (diurnal), membunuh mangsanya dengan membelit dan setelah menggigit langsung berlari
  1. Ular berbisa tinggi/ular berbisa
  • Pada penampakan luar(morfologi), memiliki bentuk kepala segitiga sempurna (semakin sempurna semakin berbisa), memiliki bentuk mata yag lonjong, memiliki taring bisa, tulang punggung (vertebrate) yang lebih menonjol, dan jumlah sisik di bagian ekor tidak terbagi dua.
  • Dari perilakunya, ular ini memiliki gerakan yang lambat, dan tenang, beraktivitas pada malam hari (nocturnal), kanibal (memakan sesamanya) dan setelah menggigit masih tinggal di tempat

 

Tetapi untuk beberapa ular berikut ini ada pengecualian tertentu, yaitu:

  • Ular Kobra (Naja naja)

Merupakan ular /berbisa tinggi tetapi dengan bentuk kepala yang lonjong, dan memiliki gerakan yang tenang.

  • Ular King Kobra (Ophiphagus hannah)

Merupakan ular yang berbisa tetapi memiliki kepala yang oval, agresif, hidup di siang dan malam hari, tetapi berbisa tinggi.

  • Ular Weling (Bungarus candidus)

Memiliki bentuk kepala oval, tetapi berbisa tinggi.

  • Ular Welang (Bungarus fasciatus)

Memiliki bentuk kepala oval, bergerak tenang, tetapi berbisa tinggi.

 

  • Ular Picung/Pudak Seruni

Memiliki bentuk kepala oval, gerakannya gesit, keluar pada siang hari, tapi merupakan ular berbisa tinggi.

  • Semua jenis ular laut berbisa, gerakannya lamban di pasir/pantai.
  • Semua jenis ular phyton dan ular boa tidak berbisa, gerakannya lamban dan hidup pada malam hari.

Well itu adalah beberapa tips untuk membedakan ular berbisa atau tidak, semoga beberapa wacana di atas dapat mengubah pemahaman kita tentang ular, bahwa tak semua ular itu seram. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *