Solusi Pemerintah Dalam Mengatasi HIV/AIDS

Aloj Srjna   November 25, 2013   No Comments

Sebuah data menarik tentang HIV / AIDS dikemukakan di simposium mengenai AIDS yang diikuti negara anggota ASEAN diadakan di Hotel Mason Pine, Padalarang, Kabupaten Bandung tahun 2011. Dalam simposium internasional yang dibuka oleh Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti ini, terungkap adanya perubahan penyebaran HIV / AIDS. Berdasarkan penelitian pada tahun 2011, didapatkan data bahwa penyebab transmisi tertinggi adalah seks bebas (76,3 persen), dan diikuti jarum suntik (16,3 persen). Hal tersebut terungkap dalam laporan yang dikeluarkan Komisi Nasional Penanggulangan AIDS Nasional. Kondisi ini berbeda pada tahun 2006. Saat itu kecenderungan penyebaran HIV / AIDS didominasi jarum suntik yakni sebesar 54,42 persen, sementara seks bebas sebesar 38,5 persen. Namun kenyataannya berbalik saat ini, penularan HIV / AIDS didominasi oleh free seks.

Terkait permasalahan free seks sebagai penyebab utama HIV / AIDS, pemerintah terkesan main-main dalam mengatasinya. Solusi ABCD (Abstinentia, Be faithfull, Condomisasi, no Drugs) yang dicanangkan untuk mengatasi HIV / AIDS justru mendorong perilaku amoral ini. Solusi pertama yakni abstinentia (tidak free seks) tidak dijalankan dengan serius. Begitu pula dengan be faithfull (setia pada pasangan). Pemerintah justru focus dengan Condomisasi tanpa optimal menjalankan program Abstinentia & Be faithfull. Sebuah langkah pragmatis yang tidak dilandasi aspek spiritualitas. Pencanangan kondomisasi justru akan mendorong maraknya free seks di kalangan remaja karena merasa aman dengan kondom.

Free seks hanya akan bisa direalisasikan dengan 3 pilar utama. Yakni keimanan individu, masyarakat yang saling menasehati dan mengingatkan, dan Negara yang tegas dalam memberikan sanksi bagi pelakunya. Keimanan individu sangat penting dalam menjaga individu untuk tidak melakukan free seks karena tahu bahwa hal tersebut dilarang dalam keyakinannya. Masyarakat yang saling mengingatkan, akan menjadi pengontrol terbaik bagi individu yang hendak bertindak asusila. Serta Negara yang menjalankan peran regulasinya untuk menindak tegas pelaku free seks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>