Produk Impor Membanjiri Pasar Rakyat Semakin Sengsara

Aloj Srjna   June 15, 2015   No Comments

Akhir-akhir ini Indonesia dibanjiri dengan produk-produk impor. Ini adalah buah dari ditetapkannya CAFTA (China Asian Free Trade Area) dan dalam wakru dekat akan disusul dengan AFTA. Sayangnya membanjirnya produk impor ini tidak diiringi dengan perlindungan produk dalam negeri oleh pemerintah. Tentu saja produk lokal dengan berbagai keterbatasannya kalah bersaing dengan produk luar negeri, karena produk impor jauh lebih murah dari produk lokal, sehingga hasilnya produk impor lebih diminati dan perusahaan lokal mati karena kalah bersaing. Ini tidak hanya merugikan produsen, ke depan ternyata juga memberikan efek kepada masyarakat kebanyakan karena ketergantungan terhadap produk impor. Misalnya pada kasus naiknya harga bawang putih dan bawang merah. Selama ini yang beredar di pasar dan diminati oleh berbagai kalangan adalah bawang merah dan bawang putih impor sehingga petani berpindah untuk menanam tanaman lain yang lebih laku di pasar. Pasarpun mengandalkan peredarannya pada produk impor. Kondisi ini sangat mudah dikendalikan oleh importir. Dengan sedikit strategi menyetop impor produk maka dia akan mudah mendapatkan keuntungan dengan naiknya harga bawang.

Adapun apa yang dilakukan oleh pemerintah? Selama ini ketika harga barang-barang terutama kebutuhan pokok meningkat di pasar, pemerintah ternyata tidak mau kalah. Pemerintah berusaha mencari keuntungan di dalamnya bagaimana caranya? Pemerintah membeli barang dari petani dengan harga murah kemudian menjual ke pasar dengan harga yang sedikit lebih murah dari harga pasar. Hasilnya pemerintah diuntungkan dengan adanya selisih antara harga beli dan harga jual.

Pemerintah telah membiarkan rakyat berjuang sendiri ditengah hukum rimba yang berlaku. Di saat para pemilik modal berkuasa dengan harta yang dimilikinya, rakyat ditelantarkan oleh pemerintah yang justru berusaha menarik keuntungan darinya. Walhasil apa yang terjadi, ketimpangan ekonomi secara nyata terjadi. Kekayaan 40 ribu orang terkaya Indonesia sebesar Rp 680 Triliun (71,3 miliar USD) atau setara dengan 10,33% PDB, dan sementara 140 juta penduuk Indonesia berebut kekayaan 60%. Konsentrasi kekayaan hanya pada kelompok kecil itu mengakibatkan semakin meningkatnya jumlah orang miskin di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>