Persiapan Fasilitas Menyambut Bonus Demografi Indonesia

Aloj Srjna   December 10, 2013   No Comments

Indonesia seperti diperkiraakan oleh sebagaian besar pakar kependudukan pada 1 atau 3 dekade ini akan mengalami fenomena yang disebut “Bonus Demografi”. Sebuah fase kependudukan yang memiliki komposisi penduduk ideal. Pada beberapa Negara yang pernah mengalami Bonus Demografi, fase ini menjadi titik tolak kebangkitan dari negaranya. Seperti yang terjadi pada Jepang tahun… dan China pada tahun… Dengan adanya Bonus Demografi ini kedua Negara ini berhasil memanfatkan peluang ini sehingga kini mereka menjadi Negara besar yang cukup diperhitungkan di dunia. Bagaimana dengan di Indonesia. Tentunya harapan bahwa “Bonus Demografi” mampu menjadi titik tolak yang sama pula bagi Indonesia untuk bangkit menjadi Negara yang diakui dunia. Dengan demikian sudah seharusnya Indonesia memanfaatkan peluang berharga ini dengan baik. Menyiapkan segala sesuatu yang bisa mendukung pemanfaatan Bonus Demografi ini. Salah satu hal yang urgen untuk diperhatikan adalah dari sisi fasilitas yang layak dan memadai.

Bonus Demografi adalah suatu momen pada saat proporsi penduduk yang produktif pada titik yang maksimal adapun penduduk yang bergantung pada titik yang minimal. Sehingga keberadaan Bonus Demografi ini tidak lepas dari semakin banyaknya jumlah penduduk. Ini tentunya perlu didukung dengan fasilitas yang mencukupi pula. Bagi Indonesia yang hendak memanfaatkan peluang Bonus Demografi ini harusnya mulai menyiapkan sarana dan prasarananya mulai dari sekarang. Namun kenyataannya Indonesia kurang memiliki perencanaan yang matang untuk menyambutnya. Realitas yang ada banyak sekali fasilitas-fasilitas dan tempat-tempat umum yang tidak terawat. Misalnya fasilitas pendidikan. Banyak kita jumpai gedung-gedung sekolah yang rusak dan tidak mendukung proses belajar mengajar. Jika demikian apa layak kemudian kita menyatakan Indonesia sanggup menyambut Bonus Demografi dan memanfaatkannya untuk bangkit? Tentu tidak.

Bonus Demografi tidak akan bisa dimanfaatkan dengan baik tanpa adanya fasilitas yang baik dari Negara. Merujuk pada hal tersebut maka seharusnya Negara memiliki pengaturan yang baik dalam fasilitasnya sehingga tidak terjadi overloud atas penggunaan fasilitas tersebut. Negara harus memiliki tata kelola dan perencanaan kota yang bagus sehingga tidak terjadi kesenjangan nantinya. Dalam perkara ini, kita bisa menengok dan mengambil pelajaran dari perencanaan pembangunan kota Baghdad pada masa Khalifah Al Mansur (762 M). Dalam perencanaan pembangunan kota direncanakan pula berapa jumlah penduduk dari kota tersebut. Setelah dibuat estimasi jumlah penduduknya berikutnya dibangunkan masjid, sekolah, perpustakaan, taman, industry gandum, area komersial, tempat singgah bagi musafir, hingga pemandian umum yang terpisah antara laki-laki dan perempuan. Tidak tertinggal pemakanan umum dan tempat pengolahan sampah. Semua fasilitas ini berada dalam satu wilayah yang dapat dijangkau dengan perjalanan kaki yang wajar dan dengan kualitas yang standar. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, bekerja dan menuntut ilmu mereka tidak perlu menempuh perjalanan jauh. Hal ini di sisi lain akan meniadakan permasalahan macet dan mengurangi masalah pencemaran udara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>