Pejantan Mandul

Masih ingatkah dengan tragedi kematian hewan ternak di negara-negara bagian tenggara pada tahun 1958, yang telah menimbulkan kerugian sebesar 20 juta dolar? Kejadian yang sangat merugikan peternak itu disebabkan oleh hama sejenis lalat (screwworm) yang merupakan hama ganas pada ternak. Lalat betina bertelur di luka-luka hewan ternak yang terbuka. Setelah menetas, larva tersebut memakan jaringan  pada inang (hewan ternak). Dengan demikian terjadilah tempat bertelur yang lebih luas, dan menyebabkan kematian pada inang.

Kemudian di lakukan suatu cara untuk memberantas populasi lalat tersebut, dengan memandulkan lalat jantan. Sehingga meskipun lalat betina yang melakukan perkawinan dengan lalat jantan mandul tidak akan menghasilkan individu baru karena tidak terjadi fertilisasi di antara keduanya.

Hama lalat jantan yang terlebih dahulu di sterilkan di dalam laboratorium dengan penyinaran sinar gamma sedemikian rupa hingga hama lalat jantan menjadi mandul tetapi masih sanggup untuk melakukan perkawinan. Setelah itu hama lalat jantan yang dipelihara di dalam laboratorium, dilepaskan ke alam liar untuk bisa mengawini hama lalat betina. Keberhasilan cara ini tergantung jumlah hama lalat jantan mandul yang di lepaskan di daerah yang terserang hama screwworm, semakin meningkat jumlah pejantan mandul yang dilepas maka akan semakin tinggi keberhasilan dari cara ini untuk memberantas populasi hama screwworm.

Ketika betina fertil melakukan perkawinan dengan pejantan mandul maka akan tidak akan menghasilkan keturunan, karena telur betina tidak di buahi oleh pejantan. Dan masa hidup hama lalat betina hanya melakukan perkawinan sekali saja dalam masa hidupnya. Maka ketika masa subur telah berakhir tanpa di akhiri dengan keturunan yang baru. Menjelang tahun 1959 di daerah sebelah timur sungai Missisipi, hama tersebut telah punah.

Namun pada bagian negara-negara barat daya, serangan tersebut kambuh lagi. Usaha untuk memandulkan pejantan bukanlah usaha yang mudah, karena dalam musim dingin hama pergi ke Meksiko dan tiap musim baru dapat melewati perbatasan dan menyebar di negara-negara bagian barat daya yang mempunyai peternakan. Jadi cara untuk memberantas hama lalat screwworm dengan cara memandulkan pejantan bukan merupakan cara final untuk membasmi hama tersebut, sehingga tidak menutup kemungkinan akan ada cara lain yang lebih efektif dan solutif. Penyelesaian tentang hama lalat screwworm masih di lakukan penelitian lebih lanjut, hingga saat ini telah dikembangkan berbagai cara untuk menanggulangi hama tersebut, seperti menggunakan musuh biologis untuk menyelesaikannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *