Mahasiswi UI Tewas, Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?

Aloj Srjna   July 30, 2013   No Comments

Mendengar kasus tewasnya seorang mahasiswi UI, Annisa Azwar (20 tahun), saya hanya merasa antara lucu dan miris. Lucu mungkin karena kasus ini terjadi lantaran sebuah suudzan atau skeptisisme individu terhadap sopir angkot. Untuk alasan logis dari hal ini adalah maraknya pemberitaan media terhadap kriminalitas di sebuah angkot atau kendaraan umum, baik itu kasus perkosaan maupun kasus pembunuhan. Tidak bisa dipungkiri memang apa yang terjadi akhir-akhir ini di kendaraan umum menjadikan masyarakat pada akhirnya memasang kuda-kuda waspada terhadap semua jenis sopir angkot. Sementara perasaan miris muncul karena yang tewas adalah seorang mahasiswi muda harapan besar sebuah keluarga maupun bangsa. Tentu ini akan menyisakan tangis pada orang-orang yang ditinggalkannya.

Lalu muncul pertanyaan dalam benak saya, siapakah yang harus bertanggung jawab terhadap masalah ini? Jika dalam hemat saya, ada dua kemungkinan yang harus bertanggung jawab terhadapnya. Pertama, media yang selama ini memberitakan isu kriminalitas angkot menjadi sebuah momok yang siap menghantui siapa saja, khususnya perempuan. Terlebih lagi media juga tidak banyak memberitakan upaya pemerintah dalam menjamin keamanan masyarakat. Inilah yang akhirnya menciptakan suatu paranoid pada masing-masing individu ketika menggunakan fasilitas angkot. Kedua, karena kebanyakan media sekedar memberitakan fakta yang mereka indra, maka besar kemungkinan memang tidak ada upaya preventif tersendiri dari pemerintah untuk mencegah kriminalitas di kendaraan umum, sehingga media tidak memberitakannya. Jika memang demikian, maka PR pemerintah dalam hal ini adalah bagaimana memberikan upaya preventif terhadap pengguna angkot agar selanjutnya tidak berulang kasus serupa dan semakin marak judgement negatif terhadap angkot. Keamanan dari sisi penumpang dan jaminan nama baik sopir angkot yang lain tetap terjaga. Jika tidak, hal yang akan terjadi ke depannya adalah masyarakat akan memvonis angkot sebagai “kendaraan maut” yang siap merenggut nyawa tiap penumpangnya dan para sopir angkot pun akhirnya banyak yang mengalami kerugian besar akibat stigma negatif yang terlanjur melekat pada mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>