Kupu-kupu Dan Ngengat, Apakah Sama?

Kupu-kupu dan ngengat (rama-rama) merupakan serangga yang tergolong ke dalam ordo Lepidoptera, atau ‘serangga bersayap sisik’ (lepis, sisik dan pteron, sayap) yang memiliki fase hidup yang sama, dari telur, kemudian menjadi ulat, kepompong dan akhirnya bermetamorfosa menjadi kupu-kupu atau ngengat. Kebanyakan orang yang tidak mendalami secara khusus tentang kedua makhluk ini jarang mengetahui apa sebenarnya beda di antara keduanya, dan semoga dari membaca atikel ini, bisa memberikan sedikit info tentang perbedaan dari keduanya.

Kupu-kupu dan ngengat sangat banyak jenisnya, di Pulau Jawa dan Pulau Bali saja tercatat lebih dari 600 spesies kupu-kupu. Jenis ngengatnya sejauh ini belum pernah dibuatkan daftar lengkapnya, akan tetapi diduga ada ratusan jenis. Kupu-kupu pun menjadi salah satu dari sedikit jenis serangga yang tidak berbahaya bagi manusia.

Secara sederhana, kupu-kupu dibedakan dari ngengat alias kupu-kupu malam berdasarkan waktu aktifnya dan ciri-ciri fisiknya.

  • Kupu-kupu
  • Aktif di waktu siang (diurnal)
  • Saat beristirahat atau hinggap dengan menegakkan sayapnya secara vertikal
  • Memiliki warna sayap yang indah cemerlang
  • Setelah dewasa (imagos) memiliki antena yang di akhiri dengan knob

Antenne pada Kupu-kupu (Lepidoptera, tipe Clavate): ujung dengan knob (A). B = flagella (ruas ketiga antenne dan seterusnya).

  • Kupu-kupu berkepompang telanjang (tanpa pelindung)  yang dikenal sebagai chrysalis (Troy, 2004c).
  • Contoh: American Painted Lady Butterfly – Vanessa virginiensis.
  • Ngengat
  • Aktif di waktu malam hari (nocturnal)
  • Saat beristirahat ngengat hinggap dengan membentangkan sayapnya secara horizontal/menempel di atas/di sekitar abdomen
  • Memiliki sayap yang berwarna gelap, kusam atau kelabu
  • Setelah dewasa (imagos) memiliki antena yang berbulu (feathery), menebal (thickened)/seperti benang, tetepi tidak memiliki knob/hook

Antenne pada Ngengat Jantan (Lepidoptera, tipe Plumose): berbulu (feathery, A); ujung tanpa knob atau hook (B). Bagian-bagian antenna: scape (1 = ruas pertama/dasat antenne), pedicel (2 = ruas kedua antenne), flagella ( 3 = ruas ketiga antenne dan seterusnya).

  • Beberapa spesies memiliki pola sayap berwarna-warni dan aktif pada siang hari. Ngengat Tegeticula yuccasella, memiliki kekhasan dengan fitur warna yang sederhana – putih, coklat dan coklat keabu-abuan (Jay, 1996).
  • Ketika berkepompong di atas tanah, pupa memiliki kokon yang terbuat dari sutra, sering dikombinasikan dengan bahan-bahan alam lainnya seperti daun atau bulu tubuh mereka sendiri. Kebanyakan larvanya berkepompong dalam tanah (Troy, 2004c).
  • Contoh: Owlet Moth – Ponometia candefacta Hodges

Semoga setelah anda membaca artikel di atas, perselisihan penyebutan antara ngengat dan kupu-kupu terselesaikan. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *