Gelombang Laut

Aloj Srjna   August 2, 2013   No Comments

Selancar merupakan olahraga yang menantang keberanian dan memicu adrenalin. Semakin tinggi ombak maka akan semakin menantang untuk di taklukan. Tetapi ada jenis gelombang tertentu yang tidak baik untuk peselancar, terutama peselancar air yang belum berpengalaman. Jadi, untuk menambah wawasan kita, agar lebih safe untuk menaklukkan gelombang, maka kita harus mengantongi informasi tentang berbagai jenis gelombang.

Gelombang ditimbulkan oleh dorongan angin di atas permukaan laut dan sebagian lagi oleh tekanan tangensial dari partikel air. Tiupan angin pada mulanya akan menimbulkan riak gelombang (ripples), dan jika angin berhenti bertiup maka riak gelombang akan hilang dan permukaan laut akan rata kembali. Tetapi jika angin bertiup lama maka riak gelombang akan membesar sekalipun angin berhenti bertiup. Setelah meninggalkan daerah asal bermulanya angin bertiup, maka gelombang merata menjadi ombak sederhana (swell) yang terjadi pada laut yang tenang.

Jika gelombang itu menuju pantai dan terdampar di dasar perairan pantai yang dangkal, maka gelombang akan pecah. Gelombang yang pecah itu akan menghasilkan gelombang pecah atau surf. Dan jika dasar pantainya landai, maka gelombang akan pecah perlahan-lahan dan menggulung ke arah pantai. Ini dinamakan gelombang tumpah atau spilling breaker. Gelombang seperti ini baik untuk selancar air.

Namun, jika dasar pantai terjal dan gelombang datang tiba-tiba, ia akan membumbung ke atas dan segera pecah. Ini dinamakan gelombang terjun atau plugging breaker. Gelombang ini berbahaya bagi perenang dan hanya baik untuk peselancar air yang sudah berpengalaman. Jika dasar pantai begitu terjal sehingga gelombang tidak mempunyai waktu untuk bereaksi, ia sama sekali tidak pecah, tetapi akan mendorong air ke atas ke darat dan menyedotnya kembali. Gelombang macam ini dinamakan gelombang penerpa atau surging breaker, biasanya terjadi pada dinding pantai terjal (cliff) atau dinding dermaga buatan manusia. Gelombang ini berbahaya bagi semua orang.

Selain jenis-jenis gelombang di atas ada jenis gelombang lain yaitu:

  1. Gelombang pasut atau pasang, yakni datang ke darat dan kemudian surut kembali ke laut. Gelombang ini yang dinamakan tsunami disebabkan karena terjadinya pergeseran kerak bumi di sepanjang daerah dasar laut yang relatif dangkal (46 m atau kurang). Penyebab-penyebab lain adalah tanah longsor dan ledakan bawah laut. Semua sebab ini di catat pada terjadinya gempa bumi yang kuat.
  2. Gelombang badai, ini bukanlah pengertian gelombang biasa, tetapi lebih merupakan tumpukan massa air yang terjadi jika terjadi badai laut. Badai yang menghantam pantai sehingga paras air di pantai lebih tinggi daripada biasanya. Jika ini terjadi pada pasut tertinggi maka dampaknya seperti tsunami.
  3. Gelombang dalam (internal waves). Gelombang macam ini tejadi pada permukaan antara dua lapis air yang berbeda densitasnya.
  4. Gelombang pecah. Gelombang ini disebabkan oleh gerakan melaju dari benda-benda keras seperti kapal. Gelombang ini dapat merusak kapal karena gaya dari air yang bergerak. Kapal-kapal laut direka sedimikian rupa sehingga memperkecil gaya tersebut, seperti bagian depan kapal yang dibuat meruncing.

Semoga informasi di atas bermanfaat bagia anda, terlebih lagi untuk anda yang hobi menjelajah lautan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>