Flora, Uniseluler!

Aloj Srjna   September 16, 2013   No Comments on Flora, Uniseluler!

Mikroba merupakan makhluk uniseluler yang berada di sekitar kita, dan hidup bersama kita. Mikroba yang hidup dan berinteraksi dengan kita, tergolong apakah dia patogen atau tidak. Selain berada di sekeliling kita, sebagian dari mereka hidup di dalam tubuh kita, berinteraksi dengan organ dalam tubuh kita, dan memberi keuntungan untuk tubuh kita. Misalnya adalah Esceria coli, merupakan bakteri yang bersimbiosis dengan usus besar kita dan membantu dala pembusukan sisa makanan hasil dari metabolisme. Mikroba yang berinteraksi di dalam tubuh kita, dan hidup di dalamnya disebut flora normal. Namun terkadang ketika flora normal tidak berada pada tempat yang sehrusnya maka akan menimbulkan bencana bagi tubuh kita, misalnya E.coli, ketika bakteri tersebut berada di usus halus misalnya, maka akan menimbulkan diare. Jadi kesimpulannya flora akan memberika keuntungan bagi tubuh ketika flora tersebut berada di tempat yang tepat.

Kulit merupakan bagian tubuh yang selalu mengalami kontak dengan lingkungan sekitar, sehingga tidak dapat dipungkiri bahwa kulit secara konstan akan berhubungan dengan lingkungan baik dengan udara, air, tanah dan sebagainya, jadi kulit manusia mengandung berbagai macam organisme. Namun kulit tidak memberikan peluang besar untuk ditinggali oleh mikroorganisme, terutama bagi mikroorganisme pathogen (penyebab penyakit), karena mikroorganisme tersebut harus berkompetisi dengan flora mikroba yang ada di kulit.

Flora nrmal yang ada di kulit secara garis besar dapat dibagi menjadi dua, yaitu:

Flora tetap (resident flora)

Merupakan flora yang relatif menetap di kulit pada area-area tertentu di kulit. Flora tetap bersifat komensal dan non-invasif pada lingkungannya yang terbatas. Namun pada kondisi tertentu flora normal ini dapat berpindah tempat, misalnya ke aliran darah atu jaringan yang lain. Hal ini sangat berbahaya bagi tubuh karena flora ini akan menjadi ganas dan menimbulkan penyakit. Mikroorganisme (bakteri) semacam ini disebut dengan patogen oportunistik. Tapi meskipun demikian flora semacam ini tidak berbahaya karena dapat memberikan keuntungan dengan mencegah kolonisasi dari bakteri patogen melalui mekanisme Bacterial interference. Jadi ketika flora resident ini telah menempati kulit anda, maka flora patogen lain tidak bisa menempati karena tidak ada tempat untuknya tumbuh dan berkembag biak. Contoh flora residen yang ada di kulit adalah:

 

  • Basil difteroid
  • Streptococcus viridans
  • Streptococcus faecalis
  • Staphylococcus epidermidis
  • Basil pembentuk spora
  • Mikrobakteria saprofitik, terutama di daerah genital, aksila dan kanal pendengaran bagian luar
  • Jamur
  • Golongan ragi yang lipofilik: Pityrosporum ovale dan Pityrosporum orbiculare, terdapat pada kulit kepala, dada, dan punggung.
  • Golongan ragi yang tidak lipofilik: Candida albicans dan Torulopsis glabrata

Flora tidak menetap (transient flora)

Terdiri dari mikroba yang nonpatogen dan patogen potensial yang tidak menetap dan selalu ada di kulit, mungkin hanya beberapa jam, beberapa hari atau beberpa minggu. Flora ini diperoleh dari lingkungan dan tidak berbahaya selama flora residen tetap intak. Apabila flora residen terganggu maka transient flora dapat berkembang biak dan menyebabkan penyakit.

Memang selain sistem imun, lapisan kulit juga terdapat flora yang siap melindungi tubuh kita dari mikroorganisme yang patogen di lingkungan sekitar kita, semoga ulasan di atas dapat bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *