Fenomena Alam Oleh Presipitasi

Presiptasi adalah air dalam bentuk cair atau padat yang jatuh sampai ke permukaan bumi. Presipitasi selalu diawali oleh proses kondensasi dan atau pembekuan uap air. Awan adalah suspensi koloida udara atau aerosol. Selama butir-butir air belum bersatu akan tetap melayang-layang di udara. Ini menyebabkan awan itu tetap ada dan tidak akan terjadi presipitasi. Jika butir-butir cenderung bersatu sehingga akan menjadi lebih besar dan berat, maka awan menjadi tidak ada dan akan terjadi presipitasi.

Presipitasi berdasarkan bentuknya dapat diklasifikasikan menjadi tiga yaitu:

  1. Hujan

Hujan merupakan presipitasi dalam bentuk cair. Tetesan-tetesan air yang terjatuh mempunyai diameter yang bervariasi dari 0,5-4,0mm. Tidak semua ukuran butiran air dapat turun/jatuh sampai ke permukaan bumi menjadi hujan disebabka oleh gesekan dari udara. Bahwa jarak jatuh dapat dicapai oleh suatu butiran air jika melalui udara yang belum jenuh bertambah besar sebanding dengan pangkat 4 dari bertambahnya besar diameter. Misalnya, jika suatu butiran air dengan diameter 0,1mm melalui lapisan udara dengan kelembapan relatif 90% maka setelah jatuh sejauh 10 ft (± 3,3m) butiran itu sudah habis menguap karena terjdi gesekan di udara. Sedangkan jika butiran tersebut berdiameter 0,5mm dia baru habis menguap setelah jatuh sejauh 6,250 ft. Air hujan mempunyai susunan kimia yang cukup kompleks dan bervariasi di tempat yang berbeda, musim ke musim di tmpat yang sama dan waktu hujan yang berbeda. Air hujan terdiri atas; ion-ion natrium, kalium, kalsium, khlor, bikarbonat, dan sulfat yang merupakan jumlah yang besar. Sedangkan jumlah yang kecil yaitu; iodine, bromine, boron, besi, alumunium, dan silika. Asal unsur-unsur ini adalah larutan dari sungai-sungai/danau, permukaan tanah, vegetasi, industri, dan gunung-gunung berapi. Air hujan memiliki pH berkisar antara 3,0-9,8.

  1. Salju

Salju terjadi karena sublimasi uap air pada temperatur di bawah titik beku. Bentuk dasar salju adalah heksagonal akan tetapi hal ini tergatung pada temperatur dan cepatnya sublimasi. Presipitasi bentuk salju ini dapat terjadi jika dari tempat terjadinya awan sampai dengan permukaan tanah temperaturnya lebih kecil dari 00C (di bawah titik beku). Hal ini karena kalau terdapat lapisan udara yang temperaturnya masih di atas titik beku maka pada waktu kristal-kristal es melalui lapisan itu akan mencair sehingga yang sampai di permukaan tanah bukan salju tetapi hujan.

 

  1. Hujan es

Hujan yang terdiri dari bongkah-bongkah es, dengan diameter antara 5-50mm. Hujan es jatuh pada waktu ada hujan guntur dari awan Cummoloniumbus*. Di dalam awan terdapat konveksi dari udara panas dan lembab. Dalam udara panas dan lembab yang naik secara konvektif kondensasi mulai sebagai hujan akan tetapi butir-butirnya oleh vertikal yang keras di angkat ke atas sampai pada suatu tempat di mana temperaturnya di bawah titik beku. Terjadilah akhirnya bongkah-bongkah es.

Itu semua fenomena-fenomena alam yang terjadi oleh presipitasi. Fenomena-fenomena alam di atas adalah fenomena umum yang sering terjadi. Tapi apakan kita mengetahui dengan detil bagaimana proses terjadinya?

NB:  Cummoloniumbus*: awan yang bervolume sangat besar. Berbentuk seperti menara/gunung. Awan ini menimbulkan hujan dengan kilat dan guntur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *