Televisi Dan Dampaknya Bagi Anak

Di era modern saat ini, televisi telah banyak diketahui dan dimiliki oleh berbagai kalangan. Mulai dari kalangan ekonomi atas, menengah hingga ke bawah. Televisi seolah telah menjadi kebutuhan primer bagi masyarakat dunia. Televisi sangat digemari tidak hanya oleh orang dewasa tapi juga oleh anak-anak. Ini dikarenakan ddalam televisi mengandung berbagai jenis tayangan yang digemari oleh berbagai umur. Mulai dari berita, film, infotainment, tayangan musik, juga kartun. Selama ini tayangan dewasa menempati porsi yang lebih banyak. Namun seiring dengan permintaan pasar, saat ini sudah ada beberapa stasiun televisi yang mengkhususkan tayangannya bagi anak-anak. Hal ini menyebabkan anak tidak pernah berhenti untuk melihat televisi. Banyak anak yang kemudian kecanduan televisi. Ini sebabanya anak-anak perlu pengawasan. (more…)

Read More

Produk Impor Membanjiri Pasar Rakyat Semakin Sengsara

Akhir-akhir ini Indonesia dibanjiri dengan produk-produk impor. Ini adalah buah dari ditetapkannya CAFTA (China Asian Free Trade Area) dan dalam wakru dekat akan disusul dengan AFTA. Sayangnya membanjirnya produk impor ini tidak diiringi dengan perlindungan produk dalam negeri oleh pemerintah. Tentu saja produk lokal dengan berbagai keterbatasannya kalah bersaing dengan produk luar negeri, karena produk impor jauh lebih murah dari produk lokal, sehingga hasilnya produk impor lebih diminati dan perusahaan lokal mati karena kalah bersaing. Ini tidak hanya merugikan produsen, ke depan ternyata juga memberikan efek kepada masyarakat kebanyakan karena ketergantungan terhadap produk impor. Misalnya pada kasus naiknya harga bawang putih dan bawang merah. Selama ini yang beredar di pasar dan diminati oleh berbagai kalangan adalah bawang merah dan bawang putih impor sehingga petani berpindah untuk menanam tanaman lain yang lebih laku di pasar. Pasarpun mengandalkan peredarannya pada produk impor. Kondisi ini sangat mudah dikendalikan oleh importir. Dengan sedikit strategi menyetop impor produk maka dia akan mudah mendapatkan keuntungan dengan naiknya harga bawang.

Adapun apa yang dilakukan oleh pemerintah? Selama ini ketika harga barang-barang terutama kebutuhan pokok meningkat di pasar, pemerintah ternyata tidak mau kalah. Pemerintah berusaha mencari keuntungan di dalamnya bagaimana caranya? Pemerintah membeli barang dari petani dengan harga murah kemudian menjual ke pasar dengan harga yang sedikit lebih murah dari harga pasar. Hasilnya pemerintah diuntungkan dengan adanya selisih antara harga beli dan harga jual.

Pemerintah telah membiarkan rakyat berjuang sendiri ditengah hukum rimba yang berlaku. Di saat para pemilik modal berkuasa dengan harta yang dimilikinya, rakyat ditelantarkan oleh pemerintah yang justru berusaha menarik keuntungan darinya. Walhasil apa yang terjadi, ketimpangan ekonomi secara nyata terjadi. Kekayaan 40 ribu orang terkaya Indonesia sebesar Rp 680 Triliun (71,3 miliar USD) atau setara dengan 10,33% PDB, dan sementara 140 juta penduuk Indonesia berebut kekayaan 60%. Konsentrasi kekayaan hanya pada kelompok kecil itu mengakibatkan semakin meningkatnya jumlah orang miskin di Indonesia.

Read More

Perubahan Sosial

Perubahan sosial tidak terjadi sebagaimana zat kimia yang ketika 1 mol unsur Na (misal) yang bermuatan positif direaksikan dengan 1 mol unsur Cl yang bermuatan negatif akan selalu menghasilkan senyawa NaCl yang bersifat netral. Perubahan sosial juga tidak bisa disamakan dengan rumus hitung-hitungan mutlak seperti yang kita pelajari bersama dalam pelajaran Matematika, di mana saat bilangan 11 ditambahkan dengan bilangan 0 hasilnya akan tetap 11. Perubahan sosial melibatkan unsur-unsur yang lebih kompleks, yang melibatkan masyarakat dengan sejumlah pemikiran (termasuk adat, kebiasaan, dan mitos-mitos) dan perasaan yang melingkupinya, serta  ragam aturan yang dianggap sacral oleh mereka. Itulah perubahan sosial. Bukan sekedar perubahan dalam skala individu, namun dalam skala masyarakat beserta tatanannya. (more…)

Read More

NARKOBA Dibalik Tindak Kriminal

Narkoba merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan obat terlarang. Meski tidak banyak yang mengetahui secara detail kepanjangan dari narkoba, namun banyak orang yang sudah mengetahui tentangnya. Narkoba adalah bahan atau zat kimia yang dapat mempengaruhi kejiwaan seseorang dan dapat pula menimbulkan ketergantungan. Narkotika dan obat terlarang banyak jenisnya. Narkotika terdiri atas: ganja, kokain dan candu. Adapun obat-obat terlarang misalnya ametamin, dan benzerdine yang digunakan sebagai obat perangsan. Juga ada obat phewnorbital, nebutal, seconal yang digunakan di dunia kedokteran sebagai obat penenang. (more…)

Read More

Menuju Swasembada Pangan

Swasembada pangan bukanlah sebuah impian di siang bolong. Indonesia pernah mengalaminya di masa Suharto. Namun kini kondisi berbalik 180 derajat. Indonesia yang dulu dikenal sebagai Negara swasembada pangan justru mengimpor beras. Padahal Indonesia Negara agraris. Lalu bagaimana menjadi Negara swasembada pangan dengan kondisi dan tantangan saat ini?

Pertama yang harus menjadi focus perhatian bahwa Negara harus memiliki tujuan politik pertanian untuk mewujudkan kesejahteraan dalam pertanian, pengolahan hasil pertanian maupun perdagangan dan jasa pertanian sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok rakyat. Negara juga harus memiliki prinsip untuk memenuhi kebutuhan pokok dalam negeri terlebih dulu baru dipasarkan keluar negeri. Kebijakan yang perlu diambil oleh Negara adalah intensifikasi dan ekstensifikasi. Indonesia adalah Negara kepulauan yang memeiliki area daratan 192 juta hektar. Selain itu Indonesia sangat subur dan cocok untuk lahan pertanian. Lahan yang subur ini bisa dimanfaatkan tidak hanya untuk menanam padi saja tapi juga tanaman sumber makanan pokok lainnya seperti ubi kayu, ubi jalar, jagung, dan kentang. (more…)

Read More

Potensi Penyelewengan Pajak

Pajak merupakan sumber utama pendapatan APBN Indonesia. Dengan demikian penyimpangan pajak yang terjadi tentu akan mengurangi pendapatan Negara. Kasus penyelewengan pajak yang sangat besar dan melibatkan berbagai pihak adalah kasus Gayus Tambunan. Tentunya sudah banya orang yang mengenalnya. Terungkapnya penyelewengan pajak oleh Gayus Tambunan hanyalah seperti fenomena gunung es. Yang tidak tampak jauh lebih besar. Ketua Komite Pengawasan Pajak menyampaikan setidaknya da 12 titik rawan penyelewengan yang terdapat dalam perpajakan. Secara jumlah juga cukup besar. Dirjen Pajak mengakui bahwa di seluruh Indonesia ada 15.000 aparat Direktorat Pajak yang rawan melakukan penyelewengan.

Penyelewengan yang terjadi ini disebabkan 2 hal. Pertama, peraturan dan sistem yang belum baik yang memnungkinkan terjadinya penyimpangan diberbagai lapisan dan bagian Direktorat Jenderal Pajak. Kedua, adanya berbagai elemen aparat dan masyarakat terutama stake holder pajak yang ingin mendapatkan keuntungan melebihi haknya dengan melakukan penyimpangan. Menurut Imron Mawardi dalam sebuah Seminar Nasional setidaknya ada 5 potensi penyelewengan pajak. Potensi dari petugas pajak, potensi dari wajib pajak, potensi dari konsultan dan akuntan pajak, potensi pengadilan pajak, potensi makelar kasus. (more…)

Read More

Prostitusi, Gratifikasi, dan Kerusakan Negeri

Wanita; Salah Satu Pemusnah Masal

Harta, tahta, dan wanita. Bagi kebanyakan orang 3 senjata ini bagaikan pemusnah masal yang sudah teramat populer. Semua orang tahu bagaimana ketiganya bisa membuat manusia tak ubahnya minum secawan khamr yang melalaikan dan melenakan.

Hartalah yang membuat kebanyakan manusia bisa meninggalkan sisi kemanusiaannya yang bahkan terkadang manusia sendiri tak bisa melogikanya. Pagi hingga larut malam orang akan mengejarnya habis-habisan bak orang kesetanan. Sebelum ia mendapatkan harta yang diinginkan, selamanya ia tak akan berhenti. Begitupun dengan tahta yang dari jaman sebelum Fir’aun hingga jaman Misbakhun, tak pernah sepi dari perkompetisian. (more…)

Read More

Mencetak Pahlawan Bangsa dari Kuliah Kemiskinan?

Di tengah gerusan kekejaman kapitalisme, bangsa ini terus melawan, mencoba bertahan sekuat tenaga untuk membuktikan kepada dunia bahwa bangsa yang dulu sempat dijajah ini bisa tetap eksis di kancah internasional. Bangsa ini terus menunjukkan optimisme tinggi terhadap tantangan global meskipun kenyataan masih belum berpihak pada cita-cita menjadi bangsa terdepan dan berperadaban. Ragam program pencegah keterpurukan ekonomi negeri terus digencarkan, berbagai pihak dilibatkan untuk memikirkan nasib perekonomian bangsa. Seolah tidak pernah berhenti, tak pernah menyerah.

Kemiskinan masih menjadi salah satu isu sentral yang tidak akan pernah basi, menjadi  bahan janji manis para elit politik saat maju di medan laga perkampanyean dengan menawarkan ragam program pengentasan kemiskinan yang bahkan oleh masyarakat sendiri tidak pernah bisa dipahami. (more…)

Read More

Persiapan Fasilitas Menyambut Bonus Demografi Indonesia

Indonesia seperti diperkiraakan oleh sebagaian besar pakar kependudukan pada 1 atau 3 dekade ini akan mengalami fenomena yang disebut “Bonus Demografi”. Sebuah fase kependudukan yang memiliki komposisi penduduk ideal. Pada beberapa Negara yang pernah mengalami Bonus Demografi, fase ini menjadi titik tolak kebangkitan dari negaranya. Seperti yang terjadi pada Jepang tahun… dan China pada tahun… Dengan adanya Bonus Demografi ini kedua Negara ini berhasil memanfatkan peluang ini sehingga kini mereka menjadi Negara besar yang cukup diperhitungkan di dunia. Bagaimana dengan di Indonesia. Tentunya harapan bahwa “Bonus Demografi” mampu menjadi titik tolak yang sama pula bagi Indonesia untuk bangkit menjadi Negara yang diakui dunia. Dengan demikian sudah seharusnya Indonesia memanfaatkan peluang berharga ini dengan baik. Menyiapkan segala sesuatu yang bisa mendukung pemanfaatan Bonus Demografi ini. Salah satu hal yang urgen untuk diperhatikan adalah dari sisi fasilitas yang layak dan memadai. (more…)

Read More