Mempertanyakan Sejarah

Bagi suatu bangsa, sejarah adalah bagian dari perjalanan hidup yang tidak akan pernah terlupakan. Ia bagaikan bayangan yang tidak akan pernah sirna, menjadi cermin bagi manusia untuk kehidupannya, baik untuk saat ini maupun untuk masa yang akan datang. Sejarah pula yang menjadi cambuk suatu bangsa untuk menentukan pilihan: apakah mau meneruskan sejarah, memperbaiki sejarah, ataupun melupakan sejarah? Namun, terlepas dari semua itu, bahwa sejarah adalah bagian dari jati diri suatu bangsa, benar adanya.

Terkadang sejarah bagaikan “adat” turun-temurun, mitos yang diceritakan dari satu generasi ke generasi berikutnya dengan sebuah anggapan bahwa melupakan sejarah sendiri adalah sebuah petaka, kekurang-ajaran yang tidak terampuni. Tidak heran jika sampai sekarang gambar si Lenin simbol komunis tetap bertengger di sekitar kota kecil di Kirgiztan (yang dulu sempat berada di bawah kekuasaan komunis Soviet), atau gambar Soekarno-Hatta yang terpajang pada dinding-dinding rumah sebagian warga Indonesia sebagai wujud menghargai perjuangan mereka dan keterikatan mereka dengan sejarah bangsa. Kita memang dilarang lupa sejarah, sampai-sampai dalam setiap pelajaran kita dipaksa untuk mempelajarinya, sekalipun pada dasarnya kita tidak menyukainya. Itulah hebatnya sejarah yang tetap dipelihara dan dijaga oleh negara sehingga bagaimanapun kondisinya, otoritas tetap memaksa kita untuk memahaminya, minimal mengetahuinya. (more…)

Read More

Densus 88

Genderang perang melawan teroris membahana hampir ke seluruh penjuru dunia, termasuk Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke, militer-militer Indonesia bersiaga untuk satu visi: war on terrorism alias perang terhadap teroris. Dalam rangka melawan teroris ini, Indonesia rela membentuk satuan pasukan khusus yang fungsinya melacak, mengontrol, menindaklanjuti, mengeksekusi orang-orang yang diduga teroris. Densus 88 namanya. Datasemen Khusus Antiteror 88 ini merupakan pasukan khusus kepolisian yang telah terlatih untuk menjinakkan “lawan” terduga atau tersangka teroris. Tidak tanggung-tanggung, FBI dan CIA ikut membantu dalam megaproyek pemberantasan teroris di negeri ini. (more…)

Read More

Kasus Partai Islam, Rakyat Cenderung Apolitis dan Apatis terhadap Sistem Parlemen

Dunia perpolitikan saat ini riuh gaduh akibat badai tsunami kasus suap yang melanda sejumlah oknum elit parpol ternama. Sebutlah Angelina Sondakh  (dari fraksi Demokrat) yang notabene selain sebagai seorang artis dan mantan Putri Indonesia juga memiliki kiprah yang luar biasa di ranah perpolitikan negeri ini, pada pertengahan Januari 2013 kemarin divonis 4,6 tahun penjara atas dugaan kasus suap yang diterimanya dari pengurusan anggaran di Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Pendidikan Nasional. Kemudian selang beberapa waktu dari kasus tersebut, mencuat kasus dugaan suap lagi dari seorang elit pejabat dari Kementerian Pertanian dan Peternakan, Lutfi Hasan Ishaq (Presiden PKS) pada akhir Januari 2013 kemarin ditangkap KPK setelah tertangkapnya Achmad Fathanah (tangan kanan LHI)  dugaan kasus suap yang didapatkan dari sebuah perusahaan importir daging ternama di Indonesia, yaitu PT.Indoguna Utama.  (more…)

Read More

Mahasiswi UI Tewas, Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?

Mendengar kasus tewasnya seorang mahasiswi UI, Annisa Azwar (20 tahun), saya hanya merasa antara lucu dan miris. Lucu mungkin karena kasus ini terjadi lantaran sebuah suudzan atau skeptisisme individu terhadap sopir angkot. Untuk alasan logis dari hal ini adalah maraknya pemberitaan media terhadap kriminalitas di sebuah angkot atau kendaraan umum, baik itu kasus perkosaan maupun kasus pembunuhan. Tidak bisa dipungkiri memang apa yang terjadi akhir-akhir ini di kendaraan umum menjadikan masyarakat pada akhirnya memasang kuda-kuda waspada terhadap semua jenis sopir angkot. Sementara perasaan miris muncul karena yang tewas adalah seorang mahasiswi muda harapan besar sebuah keluarga maupun bangsa. Tentu ini akan menyisakan tangis pada orang-orang yang ditinggalkannya. (more…)

Read More