Awas…Jamur Beracun!

Jamur! Kenyal dan lezat. Bahan pangan yang kaya akan air ini, memiliki nilai gizi yang tinggi. Selain itu juga mengandung Vitamin C, B1&B2, Protein, lemak, KH, Ca, fosfor, Fe, K, dan rendah kalori.  Bagi anda yang gemar mengkonsumsi makanan berbahan dasar jamur, dan memiliki rasa petualang untuk mencoba berbagai jenis jamur yang mungkin bisa di bilang tak biasa dikonsumsi pada umumnya, sebaiknya anda mengantongi berbagai pengetahuan tentang jamur, karena beberapa jamur ternyata beracun, dan memiliki racun yang dapat mematikan. (more…)

Read More

Bulu, Sudut Pantura yang Mempesona

Perlu waktu sekitar 4 jam untuk menempuhnya. Jalanan menuju tempat ini memang lurus bak jalanan ibu kota yang tak banyak tikungannya, namun kondisi jalanan yang bergelombang (akibat tempaan truk-truk besar dan mobil semacamnya) memaksa kami untuk mematok kecepatan sepeda motor maksimal pada jarum 50 Km/jam. Dari arah Surabaya yang cukup panas, kemudian memasuki kawasan jalur pantura, panasnya dua kali lipat. Keringat bercucuran akibat sengatan terik matahari.

Hampir 30 Km dari Tuban Kota, akhirnya sampai pada tempat tujuan, yaitu di Desa Bulu, Kecamatan Bancar, Tuban, Jawa Timur. Sepanjang perjalanan, kami hampir selalu menemui kendaraan-kendaraan besar pengangkut komoditas perdagangan baik dari dan ke Jawa Tengah, sehingga nyaris setiap perjalanan kami merasa seolah-olah akan dilahap kendaraan-kendaraan super besar tersebut.  Jalanan lurus tersebut hampir tak pernah sepi dari kendaraan, karena jalur pantura (pantai utara) barangkali memang jalur satu-satunya yang menghubungkan antara Surabaya (pusat ibu kota Jawa Timur) dan Jawa Tengah. Jalanan eksotis dari Tuban daerah kota ke Kecamatan Bancar tidak bisa dielakkan. Tiap ruas jalan yang sudah agak rusak tidak bisa menggantikan dominasi rasa takjub terhadap daerah tersebut. Di sebelah kiri jalan banyak rumah penduduk, daerah tambak ikan, dan hutan jati yang menjulang tinggi, sementara sebelah kanan didominasi padang rumput, daerah bakau, dan birunya laut. (more…)

Read More

Mahasiswi UI Tewas, Siapa yang Harus Bertanggung Jawab?

Mendengar kasus tewasnya seorang mahasiswi UI, Annisa Azwar (20 tahun), saya hanya merasa antara lucu dan miris. Lucu mungkin karena kasus ini terjadi lantaran sebuah suudzan atau skeptisisme individu terhadap sopir angkot. Untuk alasan logis dari hal ini adalah maraknya pemberitaan media terhadap kriminalitas di sebuah angkot atau kendaraan umum, baik itu kasus perkosaan maupun kasus pembunuhan. Tidak bisa dipungkiri memang apa yang terjadi akhir-akhir ini di kendaraan umum menjadikan masyarakat pada akhirnya memasang kuda-kuda waspada terhadap semua jenis sopir angkot. Sementara perasaan miris muncul karena yang tewas adalah seorang mahasiswi muda harapan besar sebuah keluarga maupun bangsa. Tentu ini akan menyisakan tangis pada orang-orang yang ditinggalkannya. (more…)

Read More